Menjelajah Kehidupan Moluska di Perairan Dalam Teluk Ambon
- Masyarakat Moluska Indonesia
- 11 Agu 2025
- 2 menit membaca
Teluk Ambon bagian dalam dikenal sebagai wilayah dengan sumber daya perikanan yang cukup melimpah. Salah satu kelompok biota yang menjadi bagian penting dari ekosistem ini adalah moluska—hewan bertubuh lunak seperti siput laut, kerang, dan remis—yang telah lama dimanfaatkan masyarakat setempat sebagai sumber pangan dan ekonomi.

Namun, tekanan lingkungan akibat perluasan pemukiman, penambangan pasir, pembangunan resort dan kafe, serta eksploitasi berlebihan mulai mengancam kelestarian moluska di kawasan ini. Untuk memahami kondisi terkini komunitas moluska, penelitian terbaru mencoba memetakan struktur komunitas moluska di perairan dalam Teluk Ambon.
Memetakan Struktur Komunitas Moluska
Penelitian yang dilakukan oleh Rosmi Pesilette dari Pusat Riset Laut Dalam – BRIN, bersama Yuliana Natan dan Pruley Annete Uneputti dari Universitas Pattimura ini berlangsung pada Januari 2024.
Metode yang digunakan adalah transek kuadrat di tiga lokasi berbeda:
Tanjung Tiram
Desa Poka
Pantai Waiheru dan Pantai Passo
Hasil survei menemukan 36 spesies moluska, yang terdiri dari:
22 spesies gastropoda (siput laut)
14 spesies bivalvia (kerang-kerangan)
Spesies paling melimpah adalah Hebra corticata dari famili Nassaridae, sedangkan spesies yang paling jarang ditemukan berasal dari Genus Bursa, Cymatium, dan Nerita.
Indeks Keanekaragaman dan Pola Sebaran
Analisis menunjukkan:
Indeks Keanekaragaman (H') = 2,166 → menandakan keanekaragaman sedang
Indeks Keseragaman (E) = 0,604 → distribusi populasi relatif merata
Indeks Dominansi (D) = 0,236 → tidak ada satu spesies yang mendominasi secara berlebihan
Pola sebaran moluska ditemukan acak pada sebagian area dan berkelompok di area lainnya, menunjukkan adaptasi terhadap kondisi lingkungan yang bervariasi.
Mengapa Penelitian Ini Penting?
Moluska memiliki peran penting dalam rantai makanan laut, menjaga kualitas perairan, dan menjadi sumber mata pencaharian bagi masyarakat. Dengan mengetahui struktur komunitas dan pola distribusi mereka, langkah konservasi dapat disusun lebih tepat sasaran—terutama untuk mencegah penurunan populasi akibat aktivitas manusia yang berlebihan.
Kesimpulan
Teluk Ambon bagian dalam menyimpan keanekaragaman moluska yang cukup tinggi, namun rentan terhadap tekanan lingkungan. Data yang dihasilkan penelitian ini dapat menjadi dasar penting bagi pengelolaan berkelanjutan dan upaya perlindungan ekosistem laut.
Referensi
Pesilette, R., yuliana Natan, and P. A. . Uneputti. “Mollusc Community Structure in Deep Ambon Bay Waters”. Jurnal Moluska Indonesia, vol. 9, no. 1, Apr. 2025, pp. 8-17, doi:10.54115/jmi.v9i1.119.



Komentar